Pendiri Google Sergey Brin Akan Ke Indonesia Untuk Menonton Gerhana Matahari Total 2016


Pendiri Google Sergey Brin Akan Ke Indonesia Untuk Menonton Gerhana Matahari Total 2016

Pada awal tahun 2016, banyak berita mengenai gerhana matahari total di Indonesia pada tanggal 9 Maret. Ya jika kita alami mungkin banyak kita baru 1 kali menyaksikan gerhana matahari total di Indonesia kenapa demikian, karena gerhana matahari total baru akan terjadi lagi pada tahun 2042, akan tetapi pada tahun 2023 akan ada saat gerhana matahari hibrida, yang dimana sebagian wilayah di Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari total.

Pada gerhana matahari total 1983 bukan merupakan gerhana matahari total terakhir Indonesia, akan tetapi pada tanggal 24 Oktober 1995 Gerhana matahari total melintasi pulau Sangihe, Sulawesi Utara. Mengingat langkanya terjadinya Gerhana Matahari Total di Indonesia pemerintah mulai berupaya mempromosikan wisata gerhana matahari total di Indonesia.

Mengingat ada beberapa tempat di Indonesia sudah dipesan 1 tahun sebelumnya dipesan, oleh para ahli astronomi. Karena pada gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 ini mempunyai fakta unik yaitu hanya terjadi di Indonesia dan sangat bertepatan pada hari libur nasional yakni Nyepi. pada wilayah indonesia bagian barat dapat menyaksikan mulai pukul 07:30 WIB, dan sementara pada wilayah Indonesia tengah pada pukul 08:35 WITA, dan wilayah timur 09:50 WIT.

Dengan adanya fenomena langka tersebut ternyata Bos sekaligus pendiri Google, Sergey Brin, akan kembali datang ke Indonesia untuk dapat menyaksikan gerhana matahari total di Ternate. Menteri Komunikasi dan Informatika yaitu Rudiantara mengatakan siap mendampingi Sergey Brin pada saat menyaksikan gerhana matahari total. Akan tetapi rudiantara mengatakan “tapi itu belum konfirmasi. Kalau jadi, saya tampknya ikut mendampingi”. Setelah peluncuran seri perangko Gerhana Matahari Total di Bosscha, Lembang, Bandung Barat.

Seperti yang anda diketahui, gerhana matahari total pada tanggal 9 Maret 2016 akan melintasi di 11 kota di Indonesia, yaitu, Palembang, Belitu, Balikpapan, Luwuk, Sampit, Palu, Ternate, Bangka, Palangkaranya, Poso dan Halmahera, dan jika dirata ratakan durasinya sekitar satu sampai tiga menit.
Melihat kondisi tersebut, mentri yang lebih akrab disapa Chief RA itu telah pasang ancang-ancang. Dia menjamin jaringan telekomunikasi, khususnya akses data pada lokasi pemantauan gerhana matahari kapasitasnya akan tetap memadai.

Rudiantara mengatakan juga ”Di Indonesia itu kan senang sekali update status, jadi pasti nanti saat memantau gerhana, mereka ingin update status jadi jaringannya memadai”. Terlebih lagi kata dia, wisatawan yang datang bukan hanya domestik, tapi juga banyak dari luar negeri yang datang ke Indonesia.

Selain hal tersebut, Gerhana Matahari Total 2016 pada kali ini mempunyai jalur perlintasan yang melewati hampir di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun gerhana matahari tipenya total, tapi bumi tidak akan sangat terlalu sejajar dengan bulan. Jadi yang sebenarnya garis bidang bumi dan bulan tidak sejajar, melainkan agak condong lima derajat.

Comments